Pendakian Semeru (The Journey #2)

Menyusuri Jalanan Jawa Timur

  Mungkin si Tunis terkagum ketika melintasi kawasan Lumpur Lapindo, aku pun hanya membalas dengan senyuman dan memilih untuk tetap fokus dengan aspal jalanan yang berdebu. Setelah melintasi kawasan Lumpur Lapindo kami pun tiba di penghujung kabupaten Sidoarjo, setelah meninggalkan Sidoarjo perjalanan kemudian berlanjut ke Pandaan, sampai di Pandaan kami berhenti sebentar di SPBU yang ada di pinggir jalan karena kami merasa bahwa pantat kami berasa nyeri semua hahahaha. Setelah dari Pandaan perjalanan kami berlanjut ke Purwodadi. Saat di Purwodadi kami memutuskan untuk berhenti lagi di rumah makan dekat Kebun Raya Purwodadi. Rumah makan yang kami singgahi cukup sederhana tempatnya juga tidak besar bisa di sebut warung, Tunis juga secara tiba-tiba karena cacing di perut sudah pada demo semua hahaha.

“Kenapa berhenti?” tanya ku kepada Tunis yang tiba-tiba berhenti tanpa kompromi.

“Makan dulu lah bang” jawab Tunis dengan memutar balikkan kendaraanya.

Aku pun mengamini ajakan Tunis yang sudah kelaparan itu, ya sebenarnya aku sendiri juga lapar. Kamipun memparkirkan motor kami di sebelah warung kecil itu, kemudian meletakkan ransel yang sedari tadi kami bawa di sebelah motor yang kami parkir. Setelah beres kami pun langsung masuk ke dalam warung itu, kedatangan kami disambut dengan baik oleh sang pemilik warung tersebut.

“Sudah sore, lauknya seadanya ya mas mbak. Soalnya sudah pada habis” jelas seorang ibu pemilik warung tersebut.

Kami berempat hanya membalas dengan senyum lusuh, karena sudah lelah di jalan.

“Itu piringnya, nasi sama lauknya bebas ambil sendiri ya mas mbak” jelas ibu itu lagi.

Setelah mendapat perintah dari ibu pemilik warung itu kami berempat mengambil makan sesuai dengan porsi masing-masing, kali ini bisa dikatakan porsi kuli karena kondisi perut tadi. Setelah mengambil makanan aku dan Tunis duduk di kursi yang ada di dalam warung tersebut sedangkan, Clarita dan temannya memilih untuk duduk di bangku yang ada di luar warung. Kamipun melahap makanan dipiring masing-masing, setelah makanan habis tak lama berselang ibu sang pemilik warung mengajak kami berbincang di bangku depan tempat dimana Clarita dan temannya duduk.

“Mau kemana mas mbak? kok bawaannya banyak banget” tanya ibu itu sambil menemani kami duduk santai.

“Mau ke Semeru bu” jawab Clarita.

“Oh mau ke Semeru? ini dari mana?” tanya ibu itu lagi.

“Kalau saya dan dia ini dari Surabaya bu, tapi kalau mereka berdua ini dari Aceh” terang Clarita kepada ibu sang pemilik warung.

“Dari Aceh jauh banget, teman kuliah?” tanya si ibu.

“Bukan bu, jadi mereka itu temannya teman aku yang waktu itu ketemu aku di Semeru.” jelas Clarita lagi.

“Oh gitu, jadi nanti mau lewat mana ke Semerunya?” tanya ibu lagi.

“Mau lewat Malang, terus ke Tumpang bu” jawab Clarita.

“Duh apa nggak kejauhan mbak? lewat lumajang sini loh dekat” si ibu menyarankan.

“Nggak bu, soalnya saya sudah biasa lewat Tumpang. Kemarin saya ke Bromo juga lewat situ sama dia” jawab Clarita sambil menunjuk ke arah teman yang ada di sampingnya.

Kami berempat pun terhanyut dalam obrolan sore ini dengan menikmati suasana perganti dari sore ke malam hari. Tak lama kemudian kami pun memutuskan untuk membayar makanan yang telah kami makan tadi dan beranjak meninggalkan warung kecil itu dan ingin melanjutkan perjanan kami, karena mengingat kami masih di Purwodadi tujuan Ranu Pani kami masih jauh dari sini hehehe. Sebelum kami meninggalkan warung kecil itu kami berempat pun pamit kepada ibu sang pemilik warung.

“Bu, terima kasih ya kami pamit dulu” ujar ku seraya mengabil kembali barang bawaan ku.

“Iya mas mbak ati-ati ya di jalan, nanti kalau sudah balik jangan lupa mampir makan di sini lagi ya” sahut ibu itu dengan raut muka yang terus memandang kami.

Aku rasa ibu itu sangat baik walaupun baru beberapa menit kami mengenalinya, beliau terus mengingatkan kami agar untuk tetap berhati-hati dijalan. Setelah bergegas dari warung kecil itu kami melanjutkan perjalanan menuju Lawang. Sesampai di daerah Lawang kami berhenti lagi di SPBU Lawang untuk memenuhi bahan bakar kendaraan yang kami gunakan, setelah beres mengisi bahan bakar kami tak lama-lama untuk berhenti dan kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Tumpang.

Cukup lama kami melewati Kabupaten Malang, sesampai di kawasan Tumpang tak lama lagi kami berhenti di SPBU Tumpang, untuk benar-benar memenuhi bahan bakar kendaraan kami sekali lagi. Mengingat bahwa jalan yang akan kami lewati selanjutnya sudah tidak akan ada SPBU lagi kecuali warung-warung kecil milik warga yang belum tentu semua menjual bahan bakar bensin. Setelah Clarita dan temannya mengisi bahan bakar kami pun sedikit mengistirahatkan diri di depan SPBU karena sudah terlalu lama duduk diatas motor. Sembari beristirahat aku pun pergi ke AlfaMart yang ada di sebelah kiri SPBU untuk membeli roti dan rokok sebagai bekal nanti, sedangkan Tunis, Clarita beserta temannya tetap memilih untuk duduk di panggonan kecil yang ada di depan SPBU. Setelah aku kembali dari AlfaMart aku tak langsung mengajak mereka untuk melanjutkan perjalanan karena malam ini masih pukul 19.30 masih sore, jadi kami masih bisa bersantai sebentar di jalan. Aku dan Clarita sedikit berbincang mengenai keadaan di Tumpang.

“Jam segini di sini masih ramai ya?” ujar ku dengan mata yang terus memperhatikan sekeliling.

“Bentar lagi juga udah sepi bang” sahut Clarita yang berada di sebelah ku.

“Masa sih? kalau di tempat kami jam segini sudah sepi.” ujar ku lagi seraya menikmati rokok yang sedang aku hisap.

“Iya bang, kemarin waktu aku sama dia lewat sini malam-malam sudah sepi banget ga ada manusia sama sekali.” jawab Clarita sambil menunjuk temannya itu.

“hahahhaaha” aku pun membalas dengan tertawa kecil.

“Owh iya mungkin karena malam minggu ya!” sambungku.

Bersambung…

 

Jika tertarik mengikuti ceritaku, kalian bisa bisa mengunjungi laman ini untuk cerita sebelumnya, https://steemit.com/steempress/@coretan/pendakiansemeruthejourney1-aifbyprs53

 

***

Thanks For Visit My Blog @coretan

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *