Kenapa Siaran Asian Games Diacak?

Kenapa Siaran Asian Games Diacak

menteri-pemuda-dan-olahraga-imam-nahrawi_20170607_090706.jpg
Sumber Foto


Perhelatan olahraga terakbar 4 tahunan se-Asia tak terlepas dari pro dan kontra masyarakat didalamnya, mulai dari sulitnya mendapatkan tiket menonton pertandingan langsung sampai susahnya mendapat tayangan melalui saluran televisi karena diacak. Pesta diadakan di negeri sendiri, namun masyarakat tidak dapat menikmatinya.

Jauh sebelum dilakukan acara Opening Ceremony Asian Games 2018 Jakarta Palembang di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 18 Agustus kemarin masyarakat sudah mulai melayangkan protes kepada pihak pemegang hak siar, yaitu SCTV yang sudah mulai menyangkan pertandingan cabang olahraga sepak bola pada 12 Agustus ketika timnas Indonesia u23 menghadapi China Taipei dalam pembukaan laga grup A.

Beragam komentar muncul kala itu, seperti apresiasi atas keberhasilangaruda muda membekuk China Taipei dengan skor 4-0 dengan menyindir SCTV dan Emtek group agar tidak mengacak siaran Asian Games. Tentu komentar masyarakat seperti itu dilayangkan agar tidak lagi diacak pada pertandingan berikutnya dan cabang-cabang olahraga lain secara keseluruhan.

Keluhan masyarakat juga mendapatkan tanggapan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menpora sempat berkomentar agar pihak SCTV tidak mengacak siaran Asian Games agar setiap orang bisa mendukung perjuangan-perjuangan para atlet dalam membawa harum nama bangsa di kancah Asia ini.

Bahkan sadisnya, jenis pengacakan yang dilakukan pihak SCTV serta Indosiar yang bernaung dibawah Emtek group sangat brutal, yaitu X-crypto. Pengacakan seperti ini sama seperti pengacakan yang dilakukan terhadap Liga 1 yang juga disiarkan melalui SCTV dan Indosiar.

Atas respon Menpora Imam Nahrawi akhirnya pihak Emtek angkat bicara dan memberikan klarifikasi. Dalam pertemuan dengan Imam Nahrawi di kantor Kemenpora mereka menjelaskan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi alasan pengacakan terhadap tayangan Asian Games 2018.

Pihak Emtek menerangkan bahwa alasan pengacakan tersebut terkait masalah kerja sama, hukum, dan legalitas dengan OCA selaku pemilik hak siar Asian Games di semua negara. Alasannya untuk melindungi setiap stasiun televisi yang menayangkan Asian Games di seluruh dunia agar terlindungi.

Meski memahami alasan yang diberikan oleh pemegang hak siar di Indonesia tersebut, Imam Nahrawi tetap melayangkan surat permohonan secara resmi kepada presiden OCA supaya tayangan tidak diacak. Namun sampai hari ini belum ada perubahan, mungkin saja memang sudah begitu adanya prosedur yang ditetapkan.

Pihak Emtek juga menerangkan bahwa masyarakat masih bisa menyaksikan tayangan melalui antena biasa atau bisa dengan streaming dibeberapa situs seperti vidio.com. Namun ironinya antena biasa hanya berlaku di kota besar dan streaming secara online juga tidak berlaku bagi masyarakat desa. Lantas untuk siapa Asian Games ini disiarkan?


Thanks For Visit My Blog @coretan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *