Bandar Serai Raja Ali Haji, Pekanbaru, Riau

Setiap kota tentu memiliki landmark atau ikon masing yang menunjukkan kemegahan kota tersebut, tentu setiap kota dikunjungi oleh para traveller mereka tidak akan pernah melewatkan untuk mendatangi landmark sebagai bukti sah bahwa mereka telah/pernah mengunjungi kota tersebut.

Begitu juga dengan Pekanbaru, ibukota propinsi Riau ini juga memiliki ikon-ikon khasnya tersendiri, terkhusus dengan nilai-nilai budaya melayu yang begitu kental disana. Untuk landmarknya sendiri aku rasa kota ini memiliki beberapa gedung yang patut disinggahi oleh traveller yang berkunjung ke bumi lancang kuning ini. Mulai dari Mesjid Agung, Perpustakan Nasional, sampai sebuah taman Komplek Bandar Serai Raja Ali Haji.

Yang akan menjadi poin ulasan kita kali ini yaitu yang kusebutkan terakhir kali diatas, Komplek Bandar Serai Raja Ali Haji. Namun bagi masyarakat Pekanbaru sendiri mereka sangat jarang mengatakan nama komplek tersebut, mungkin karena namanya yang terlalu panjang sehingga terlalu lama untuk diucapkan.

LRM_EXPORT_20180828_224242.jpg
Foto bersama dengan beberapa teman di komplek Bandar Serai Raja Ali Haji


Ketika aku berkesempatan mengunjungi kota Pekanbaru dalam sebuah kegiatan kemahasiswaan ketika itu aku berkesempatan mengunjungi komplek tersebut karena diajak oleh beberapa teman yang berasal disana alias tuan rumah penyelenggara kegiatan. Mereka mengajak aku beserta beberapa teman yang berasal dari propinsi lain untuk melakukan hunting foto di MTQ, katanya lokasi disana bagus.

Bagi masyarakat Pekanbaru arena komplek Bandar Serai Raja Ali Haji ini kerap dikatakan MTQ, padahal sebenarnya komplek ini jauh dari kata MTQ, melainkan tempat kongkow para kawala muda dan seperti yang kami lakukan hunting foto. Namun jika kita melihat dari sejarahnya sebenarnya lokasi tersebut memang pernah dijadikan arena MTQ Nasional ke XVII pada tahun 1994, acaranya begitu megah dan bisa dikatakan sebagai MTQ termegah yang pernah ada.

LRM_EXPORT_20180828_224533.jpg
Pose sok top di depan Anjungan Seni Idrus Tin Tin


Mungkin karena sebab-sebab tersebutlah sehingga areal yang telah berubah menjadi lebih ke taman budaya ini masih dipanggil-panggil sebagai MTQ sampai hari ini oleh masyarakat Pekanbaru. Didalam komplek tersebut terdapat sebuah gedung besar yang bernama Anjungan Seni Idrus Tin Tin, gedung tersebut juga merupakan salah satu gedung pertunjukan seni termegah di Indonesia. Bangunan tersebut bercirikhas Melayu modern serta mampu menampung sebanyak 800 orang.

Didalam komplek Bandar Serai Raja Ali Haji ini juga terdapat berbagai rumah adat dari setiap kabupaten yang ada di propinsi Riau, rumah-rumah adat tersebut juga dilengkapi dengan andalan-andalan kabupatennya masing-masing. Disetiap anjungan terlihat memiliki ciri khas maupun andalan masing-masing kabupaten, bahkan ada pula kabupaten yang menempatkan mesin pengeboran minyak di depan anjungannya.

Bagi traveller yang ingin mengetahui lebih jauh tentang propinsi Riau mungkin dengan mendatangi lokasi ini merupakan salah satu langkah tepat, kita tidak perlu lagi keliling seluruh kerajaan Melayu Riau karena sudah terwakilkan semua didalam komplek ini. Bisa dikatakan ini merupakan TMII ala propinsi Riau, kekentalan budaya dan suasana kerajaan Melayu dengan ciri khas masing-masing kabupaten siap memukau kita.

Yang terakhir disana juga terdapat Komplek Akademi Kesenian Melayu Riau yang disingkat dengan AMKR, sekolah tinggi tersebut telah mampu mencetak banyak seniman dan budayawan Melayu. Sayangnya aku tidak memiliki informasi yang cukup untuk kalian mengenai AKMR ini, jadi aku akhiri disini dan kita bertemu di propinsi lain dalam tulisan berikutnya.


Thanks For Visit My Blog @coretan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *