History 19 September 2017 (Awal Membuat Akun Steemit)

Hari ini tepat setahun yang lalu pada tanggal yang sama aku diajak untuk membuka aku steemit oleh Arie. Iya persis pada tanggal 19 September 2017 lalu ia mengomentari sebuah status ku di media sosial facebook dengan komentar yang agak sedikit nyeleneh yang jika di-Indonesiakan kira-kira akan berbunyi seperti ini “jangan update status di facebook terus bang”. Setelah mendapatkan ucapan nyeleneh dari Arie akhirnya aku menghubunginya secara pribadi untuk memahami lebih jauh mengenai steemit, kemudian ia menjamin bahwa akan bersedia untuk menuntunku dalam megelola akun setelah berhasil kudaftarkan nanti, akhirnya aku mendaftarkan akun steemit @coretan ini pada 19 September 2017 dan berhasil dikonfirmasi serta terbit postingan pertama pada 23 September 2017.

Screenshot_2018-09-19-08-59-36-577_com.facebook.katana.png
Status facebook yang dikomentari Arie setahun lalu


Sebenarnya aku telah mengetahui keberadaan steemit semenjak tiga bulan sebelumnya, bahkan aku juga sempat membantu mendaftarkan sebuah akun teman pada bulan Mei 2017. Mereka mengatakan bahwa ada jenis media sosial baru tempat kita menulis dan bisa menghasilkan uang melalui like jika di facebook, namun kala itu aku juga belum tertarik karena memang belum benar-benar mehaminya juga tidak ada orang yang sudah paham yang bersedia mengarahkan. Apalagi aku juga melihat setiap postingan yang di terbitkan oleh teman ku hanya mengasilkan 0.01 dollar saja, dalam banyangan apapun apalah arti nominal sebesar itu.

Screenshot_2018-09-19-08-59-08-933_com.facebook.katana.png
Percakapan dengan Arie di facebook


Jika mengingat apa yang dikatakan oleh Arie (untuk apa buat status di facebook) memang ada benarnya, bahwa aku terus menulis unek-unek secara singkat di laman media sosial buatan si Mark yang hasilnya hanya berupa jempolan like dari lingkaran pertemanan atau komentar-komentar serta debat-debat kusir yang hasilnya bisa dikatakan tidak bermanfaat banyak.

Well, itulah realitanya, jika melihat riwayat beranda facebooksebelum tanggal yang kumaksud yaitu 19 September 2017 kebelakang hampir tanpa hari yang tiada terbit status-status singkat. Mulai dengan unek-unek fenomena perpolitikan, dinamika kehidupan mahasiswa sampai kepada sepak terjang aktifis dan sebagainya. Karena memang kondisi dunia facebook tidak memungkinkan untuk menulis tulisan-tulisan yang panjang, alhasil pembiasaan menulis tidak akan terasah disana.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan dunia tulis-menulis di dalam platform steemit, karena memang target pembaca yang dituju berbeda jauh dengan pembaca status di facebook, jika di facebook kita menulis panjang lebar maka secara otomatis orang-orang akan malas untuk membacanya karena memang khalayak disana bisa dikatakan penulis atau pembaca instant. Sedangkan di steemit sendiri didalamnya terisi oleh para-para penulis, karena jika kita menulis secara singkat yang hanya bermodalkan satu paragraf maka tak akan ada yang melirik tulisan kita disana.

Memang sangat aneh rasanya jika kita ingin membandingkan antara facebook dengan steemit, karena jelas memiliki perbedaan yang signifikan didalamnya. Jika kita tinjau secara dangkal steemit lebih cocok untuk dibandingkan dengan sebuah blog, karena memang didalamnya lebih kepada metode penulisan sekelas artikel, opini, dan sebagainya yang memang termasuk kedalam klasifikasi karya tulis. Sedangkan facebook sangat tidak cocok jika ingin membuah sebuah karya tulis disana karena target pembaca yang dituju seperti yang kukatakan diatas.

Steemit mungkin sangat cocok jika kita bandingkan dengan blog walaupun sebenarnya terdapat perbedaan yang sangat signifikan diatara keduanya, namun itu hanya plus-minus yang menurutkan tujuan sama. Iya, tujuannya adalah menerbitkan sebuah karya tulis dan memperoleh penghasilan darinya.

Tulisan ini sengaja kuterbitkan untuk mengenang setahun aku memutuskan untuk bergelut dalam dunia steemit, karena memang kita tidak bisa mengetahui arah kedepannya apakah platform ini akan bertahan atau tidak. Bukan hanya perkara bertahannya platform saja, tapi juga apakah aku akan tetap bertahan disini atau malah menyerah karena hal-hal lain. Yang pasti selain penghasilan besar yang pernah aku raup dari menulis disini, secara tidak langsung aku juga berhasil mengasah kemampuan ku dalam menulis walaupun belum berhasil tajam sampai hari ini.

Sebenarnya tulisan ini telah aku siapkan dari kemarin pada tanggal 19 September namun karena satu lain hal belum sempat ku terbitkan sehingga hari ini baru ku posting. Dan satu lagi mohon maaf jika cara pembahasannya terbelit-belit atau berputar-putar karena aku menulisnya dalam keadaan memiliki kegiatan lain, kalau tidak salah butuh waktu seharian dalam menulisnya hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *