Mengenal “Role Play” Permainan Peran


Sumber Gambar


Satu lagi tulisan yang ku persembahkan berdasarkan pengalaman pribadi yang pernah aku lalui, mungkin pengalaman yang akan kubagikan ini bisa bermanfaat bagi para job seekers yang tengah berjibaku dalam melamar pekerjaan disana – sini. Tulisan ini sejatinya merupakan lanjutan dari apa yang telah aku terbitkan dua hari yang lalu yaitu mengenai REE Retail Engagement Executive pada perusahaan PT. Hanjaya Mandala Sampoerna. Dalam proses perekrutannya pihak Sampoerna menerapkan sebuah uji coba memainkan peran yang disebut dengan role play untuk mengetahui kemampuan calon karyawan yang akan diterima bekerja di perusahaan tersebut.

Secara pribadi aku sendiri baru saja melewati tahapan seleksi tersebut sehingga masih teringat jelas dalam ingatan ku akan bagaimana proses yang terjadi dalam tes role play yang akan di uji terhadap kita calon karyawan. Aku sendiri masih menunggu kepastian dari pihak Sampoerna apakah akan diterima atau tidak untuk bergabung bersama mereka, jadi jangan beranggapan bahwa aku membuat positngan ini karena sudah menjadi karyawan disana (semoga saya diterima, amin), semata – mata tulisan ini aku buat untuk membantu memberi pencerahan bagi teman – teman yang mungkin juga sedang menunggu tahapan seleksi yang demikian dan sedang mencari – cari seperti apa role play tersebut. Secara singkat aku akan menggabungkan pendapat para ahli mengenai pengertian role play dan berdasarkan pengalaman pribadi yang aku alami seperti yang telah ku sampaikan diatas.

Pengertian Role Play

Sebagai gambaran singkat diawal mungkin kalian pernah mendengar atau bahkan memainkan game ber genre atau kategori RPG, seperti permainan perang dan sebagainya yang memainkan tokoh tunggal untuk bebas kalian mainkan kesana kemari. Didalam permainan tersebut (RPG) sangat jarang ada yang kalah atau menang, hal tersebut berbeda dengan games seperti ludo, monopoli, atau permainan kartu seperti uno dan sejenisnya. Daya tarik dari permainan RPG sendiri terletak pada imajinasi si pemain, ia bebas menentukan alur seperti yang diinginkannya sendiri.

Sedangkan menurut para pakar, role play memiliki pegertian sebagai berikut:

Joyce dan Weil (2000)
Bermain peran (role-playing) adalah strategi pengajaran yang termasuk ke dalam kelompok model pembelajaran sosial (social models). Strategi ini menekankan sifat sosial pembelajaran, dan memandang bahwa perilaku kooperatif dapat merangsang siswa baik secara sosial maupun intelektual.

Jill Hadfield (1986)
Hadfield menyebutkan bahwa strategi bermain peran (role playing) adalah suatu permainan gerak yang didalamnya ada tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang
Dalam role playing murid dikondisikan pada situasi tertentu di luar kelas, meskipun saat itu pembelajaran terjadi di dalam kelas.

Sumber

Pengalaman Mengikuti Tes Role Play

Berdasarkan pengertian yang telah kita paparkan diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa role play adalah permainan memainkan sebuah peran tertentu berdasarkan tujuan dan aturan yang ditetapkan. Singkatnya kita memaikan sebuah akting layaknya drama yang di pentaskan pada panggung atau seperti akting para pemain film bersdasarkan sinopsis dan alur cerita yang telah ditentukan.

Pengalaman ku sendiri dalam mengikuti tes role play di Sampoerna kami diberikan sebuah case atau kasus mengenai kondisi sebuah toko yang mana karakter pemilik toko, kondisi toko, serta latar belakang yang telah ditentukan sedemikian rupa. Disana kita dituntut untuk memerankan tokoh sebagai seorang sales yang akan menjual sebuah produk pada toko tersebut. Disinilah kita harus benar – benar memahami kondisi dan sosok yang akan kita hadapi serta tanggung jawab yang akan kita emban untuk memaikan peran tersebut.

Sebuah saran dari ku jika kalian menghadapi kondisi tes tersebut adalah benar – benar memahami kasus yang diberikan, baca dengan teliti bagaimana karakter lawan dalam akting yang akan kita mainkan, serta ingat dengan jelas seperti apa kondisi lingkungan disana. Jika sudah memahami semua dengan benar tinggal improvisasikan diri dengan penjiwaan penuh, jangan setangah – setengah, posisikan diri layaknya seorang sales dalam dunia nyata agar sosok yang kita perankan dapat mainkan sebaik – baiknya guna mampu berakting secara optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *