Kalah Menang Tetap Dihati

images (5).jpeg
Sumber Foto: Liputan6


Asa masyarakat Indonesia untuk melihat salah satu tim nasional sepakbolanya berlaga di piala pupus sudah, kedua timnas baik u-16 maupun u-19 hanya mampu berlaga sampai di babak delapan besar saja. Sebelumnya timnas u-16 harus menyudahi aksinya setelah ditahan Australia pada babak delapan besar Piala AFC U-16 di Malaysia. Malam inu giliran timnas u-19 yang langkahnya dihentikan Jepang pada Piala AFC U-19 yang di gelar di kandang sendiri.

Seperti kita ketahui bahwa siapa saja tim sepakbola remaja tersebut menembus babak semi final maka secara otomatis memperoleh tiket untuk berlaga di piala dunia pada tahun berikutnya yaitu 2019. Namun meski kesempatan telah berada di depan mata tim kebanggaan kita nyatanya belum mampu membawa hasrat tersebut untuk melenggang lebih jauh.

Namun dibalik semua itu terdapat kebanggaan tersendiri tehadap anak-anak Indonesia yang membawa harum nama bangsa di kancah olahraga sepakbola internasional. Berlaga pada 28 Oktober yang bertepatan dengan hari sumpah pemuda membuat mereka memiliki semangat lebih apalagi bertanding di depan publik sendiri yang selalu memberikan semangat meski tertinggal angka dari lawan.

Menang kalah dalam sebuah pertandingan adalah sebuah kewajaran dan memang harus ada yang menang maupun yang kalah disana. Namun yang tidak dapat kita abaikan adalah perjuangan yang mereka melakukan atau proses yang mereka mainkan, itulah sebuah kebanggaan lebih yang dihadirkan untuk publik pecinta sepakbola tanah air. Perlahan-lahan timnas Indonesia segala usia mulai menunjukkan kebangkitan dan terlihat lebih mampu bersaing dengan tim-tim kuat lainnya.

Lebih dari itu, timnas u-19 sendiri berhasil pula memecahkan rekor tidak pernah tembus dari babak grup selama piala asia u-19 diadakan di tanah sendiri. Malam ini mereka telah mematahkan rekor tidak menyenangkan tersebut dengan bertanding pada babak delapan besar di depan publik sendiri, meski belum mampu berbuat lebih tapi mereka telah berusaha dengan semaksimal mungkin.

Perlahan tapi pasti olahraga sepakbola Indonesia terus membenahi diri, hal ini terbuktikan dari kualitas bakat anak-anak Indonesia yang telah menunjukkan performa gemilang semenjak usia remaja. Untuk kedepannya tentu kita sangat berharap bahwa kelak tim-tim sepakbola kita dapat memberikan penampilan yang lebih baik dalam setiap turnamen yant diikutinya. Meski belum bisa mampu untuk hari ini, tentu ada hari esok yang telah menanti. Jangan patah semengat dan tetap dukung timnas kita untuk lebih baik.

Pesan untuk para pecinta sepakbola tanah air untuk tidak menjadi orang pesimis, jangan pernah mencaci mereka yang telah berjuang mati-matian dengan mengerahkan segenap kemampuannya di tengah lapangan. Jangan hanya ketika mereka berhasil kau sanjung-sanjung dengan bangga namun ketika mereka tumbang malah kau maki-maki dengan sumpah serapah. Tetap yakini, Indonesia Bisa! Jika tidak hari ini, hari esok masih ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *