Salah Kaprah Menyikapi Tahun Baru Masehi

Tidak semua yang kita niatkan baik bisa membuahkan hasil yang baik, jangan sampai mengelak sesuatu kemungkaran malah menjerumuskan diri lebih dalam kepada kemungkaran.
FB_IMG_1544637640541.jpg
Sumber Foto: Viral di Facebook


Akhir – akhir ini mulai terdengar gaung untuk tidak merayakan tahun baru masehi bagi umat islam karena hal tersebut merupakan sebuah tasyyabuh. Sebab pengertian tasyyabuh itu sendiri adalah menyerupai perbuatan agama – agama terdahulu sebelum datangnya islam yang dibawakan oleh nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasalam ke muka bumi ini.

Memang dalam pelaksaannya peringatan tahun baru masehi banyak menimbulkan hal negatif yang berakibat kemudharatan bagi umat islam serta banyaknya hal – hal yang bertentangan dengan islam didalamnya. Contohnya seperti meniup terompet, memakai topi kerucut, sampai kepada membakar lilin, kembang api dan sebagainya. Kesemua hal tersebut sangat dilarang dalam islam karena mengikuti perbuatan suatu kaum yang bukan berasal dari islam sendiri.

Namun dalam trendnya peringatan tahun baru masehi sudah menjadi sebuah hari besar secara umum bagi semua umat beragama penganut sekularisme di dunia ini. Sedangkan pada dasarnya setiap agama telah memiliki hari kebesarannya masing – masing dan peringatan hari besar dalam islam tidak lebih dari hari raya idul fitri dan idul adha. Sehingga secara jelas bahwa tahun baru masehi bukanlah sebuah hari raya bagi umat muslim belahan dunia manapun.

Meski berbagai kalangan telah sependapat untuk tidak memeriahkan acara pergantian tahun masehi dan bahkan sampai ada beberapa tempat seperti di Aceh yang diedarkan selebaran dan pengumuman – pengumuman untuk tidak merayakan tahun baru masehi tetapi anehnya ada beberapa kelompok yang malah menggantikannya dengan dzikir dan berbagai ibadah lain dimalam tersebut.

Tentunya hal yang demikian sangatlah janggal sebab kita secara sengaja melakukan ibadah yang bertepatan dengan kegiatan yang kita tolak karena tidak sesuai dengan syariat. Hal yang demikian telah aku temukan semenjak beberapa tahun yang lalu, bahkan pernah pula yang lebih anehnya ketika ada sekolompok santri yang berkonvoi untuk menolak perayaan tahun baru masehi di malam tahun baru itu sendiri.

Sontak saja aksi tersebut membuat macet jalanan dan menjadi sebuah kemeriahan tersendiri tanpa kita sadari. Orang – orang di jalanan ada yang melambatkan laju kendaraannya bahkan sampai ada yang sengaja menghentikan kendaraan untuk menyaksikan dan mengabadikan moment tersebut kedalam kamera smartphone mereka.

Menurut hemat penulis ini merupakan sebuah kejadian aneh yang sangat disesalkan untuk dikerjakan. Mungkin niat panitia pelaksana tersebut baik, namun niat baik tersebut malah menjadi sesuatu yang nil manfaat dan malahan rasanya tindakan yang demikian lah yang menjadikan malam tahun baru itu menjadi semarak. Betapa tidak, jalanan yang awalnya biasa – biasa saja malah menjadi heboh akibat aksi konvoi tersebut. Secara tidak langsung niat baik itu belum tentu menghasilkan sebuah perbuatan yang baik, patut ditinjau ulang.

Semoga kegiatan – kegiatan tersebut tidak lagi dilakukan pada malam tahun baru 2019 nanti. Jika kita tidak seharunya merayakan tahun baru masehi maka sudah seharusnya pula bagi kita untuk tidak melakukan kegiatan – kegiatan lain yang seolah menandingi perayaan mereka. Karena sangat jelas bagi larangan untuk tidak menyerupai suatu kaum yang bukan dari agama kita. Wallahualam

Dan satu catatan khusus yang harus aku tinggalkan disini adalah ini murni pemikiran pribadi penulis yang masih awam dalam ilmu agama dan mencoba meninjau dari perspektif pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *