Invansi Indonesia ke 3 Wilayah

large-kri-irian-kapal-perang-terbesar-di-asia-yang-perna-72b8e57887dfbf6b70e945909490616f.jpg
Sumber Gambar


Siapa sangka sebuah wilayah kepulauan yang berada dibawah kolonialisasi yang tidak kurang dari 350 tahun mampu berubah terbalik bak sudra menembus ksatria. Genap 16 tahun setelah memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1945, Indonesia dibawah pimpinan Soekarno mulai bertingkah ofensif dengan menginvansi bumi Papua untuk disatukan dibawah naungan ibu pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Memang kala itu posisi politik Indonesia sangat condong ke arah komunis yang dikomandoi Uni Soviet sebagai negara komunis terbesar dan sangat membeci barat yang dipimpin Amerika Serikat, tepat disaat itu pula terjadi ajang adu kekuatan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Atas alasan itu pula kekuatan militer Indonesia sangat kuat karena disokong langsung oleh Uni Soviet sehingga membuat gentar berbagai negara dunia untuk berkonfrontasi secara langsung dengan Indonesia.

Indonesia memperoleh bantuan berbagai alat – alat militer dari Uni Soviet yang bahkan sampai kepada kapal tercanggih yang belum dimiliki oleh negara – negara lain kecuali Uni Soviet sendiri. Tercatat ada sebuah kapal besar yang hanya ada 3 di dunia namun salah satunya dimiliki Indonesia dan 2 lainnya milik Uni Soviet sendiri. Kapal raksasa tersebut juga ambil bagian dalam Operasi Trikora kala membebaskan Irian Barat dari genggaman Belanda.

Selanjutnya Indonesia juga pernah mencoba untuk menginvansi Malaysia yang berada dibawah pengaruh Inggris di Kalimantan. Namun tidak sama saat menginvansi Papua pada 2 tahun sebelumnya yaitu 1961, ketika berkonfrontasi dengan Malaysia Indonesia tidak melibatkan militer resminya. Indonesia hanya mengirimkan sukarelawan non militer untuk membantu perjuangan rakyat Malaya, Singapur, Sarawak serta Sabah.

Dan yang terakhir ketika tampuk kepemimpinan telah berganti dari Soekarno ke Soeharto Indonesia juga mencaplok Timor Timur untuk digabungkan dibawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Invansi dengan sandi Operasi Seroja tersebut dilakukan atas dasar desakan dari Amerika dan Australia karena ketakutan mereka terhadap Fretilin yang berpaham komunis. Seperti kita tahu ketika Soeharto memimpin Indonesia lebih cemistri dengan Amerika dan mulai meninggalkan Soviet.

Kesimpulanya sepanjang sejarah berdirinya Republik Indonesia terdapat setidaknya 3 wilayah yang pernah diinvansi oleh Republik, namun tidak semuanya sukses, seperti Malaysia yang akhirnya memilih berdamai karena berpindahnya kekuasaan. Namun Irian Barat dan Timor Timur berhasil direbut meski kemudian Timor kembali harus dilepaskan untuk menentukan nasib sendiri ketika dipimpin oleh Gus Dur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *