Bid’ah Sumber Perpecahan


Sumber Gambar


Allah subhana wata’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya yang Kami perintahkan adalah jalan-Ku yang lurus ini. Ikutilah ia dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan yang lain, karena hal itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya.” (QS. Ali ‘Imran: 153)

Dalil Al-qur’an diatas secara tegas mengatakan bahwa jika kita tidak mengikuti jalan yang telah ditentukan oleh Allah dan RasulNya maka kita akan berada kedalam sebuah perpecahan. Dengan kata lain apabila seseorang mengada – ada atau melakukan sesuatu yang baru dalam syariat yang telah ditetapkan maka disitulah pangkal perselisihan terjadi.

Dalil tersebut juga membantahkan pendapat sebagian orang yang mengatakan terhadap orang – orang yang berargumen sesuai dalil Al-qur’an dan hadits sebagai sumber perpecahan sebab mereka membid’ah – bid’ah yang lain. Sebenarnya jika kita merujuk ke pangkalnya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lah yang pertama kali mengatakan perkara bid’ah dan sesatnya pelaku bid’ah.

Diantara dalil yang mengatakan bahwa setiap bid’ah adalah sesat yaitu hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beliau ucapkan setiap akan memulai khutbah jum’at.

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim no. 867)

Dampak Bid’ah

Mengada – adakan sesuatu yang baru dalam agama memiliki konsekuensi yang sangat buruk dan berdampak negatif yaitu pendustaan terhadap firman Allah yang artinya:

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian.” (QS. Al-Ma’idah: 3).

Apabila seseorang melakukan bid’ah maka ia telah menghianati firman Allah subhana wa ta’ala diatas yang secara tidak langsung mengingkari dengan mengatakan agama ini belum sempurna sehingga perlunya dibuatkan syariat baru yang tidak pernah ada tuntunannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dampak lain dari bid’ah adalah lalainya orang – orang terhadap sunnah yang ada tuntunannya sebab mereka telah sibuk dengan perkara – perkara baru yang tidak sebenarnya tidak disyariatkan.

Kesimpulan Mengenai Bid’ah

Secara bahasa bid’ah berarti sesuatu yang baru atau bisa dikatakan sebagai inovasi, namun yang dilarang oleh Allah dan RasulNya adalah sesuatu yang baru dalam agama, yaitu mengada – ada dalam hal syariat yang tidak ada tuntunannya. Jika seseorang berinovasi dalam dunia maka itu tidak ada larangannya dalam Islam.

Jadi hendaknya kita bijak dalam menanggapi kata – kata bid’ah dan jangan langsung tersulut emosi jika mendengar kata – kata bid’ah, sebab jika bid’ah yang dimaksud adalah inovasi dalam perkara dunia maka itu tidak ada larangannya. Seperti kendaraan, teknologi, dan lainnya sebagainya yang dapat dimanfaatkan untuk jalan kebaikan maka itu bukanlah bid’ah yang sesat atau dilarang.

Bid’ah yang sesat dan diancam tempatnya ke dalam neraka adalah inovasi dalam perkara agama atau syariat Allah yang dibawa RasulNya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *