Sifat Wudhu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam


Sumber Gambar


Beberapa hari kebelakang terjadi polemik tentang cara berwudhu yang dilakukan oleh calon wakil presiden no urut 2 Sandiaga Uno yang mencelupkan tangannya ke dalam sebuah gayung secara berulang – ulang untuk berwudhu. Sebenarnya berita tersebut aku temukan secara tidak sengaja disaat ingin mencari referensi tentang tata cara wudhunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Iya aku sendiri tengah mencari informasi tentang sunnahnya berwudhu seperti yang nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan, namun aku menemukan beberapa pemberitaan mengenai polemik berwudhunya Sandiaga Uno sehingga aku tertarik untuk membuat tulisan ini.

Aku sendiri tidak terlalu paham dengan cara Sandiaga berwudhu dan sebenarnya aku tidak begitu peduli dengan apa yang ia lakukan, yang aku tahu bahwa ia berwudhu dengan mencelupkan tangannya kedalam sebuah wadah yang memang disana tidak memiliki kran air seperti yang biasa tersedia di tempat – tempat ibadah kita seperti mesjid, mushalla dan lain – lain. Yang aku coba uraikan disini adalah tentang tata cara berwudhu yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apakah beliau pernah berwudhu dengan satu gayung air? Jawabannya adalah iya, dan malahan lebih sedikit ketimbang dari satu gayung kita saat ini.

Cara Berwudhu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Dari Abdullah bin Zaid bin ‘Âshim al-Anshâri, dia adalah seorang sahabat Nabi, dikatakan kepadanya, “Praktikkanlah untuk kami wudhu’ Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam !” Dia meminta wadah air, lalu dia menumpahkan sebagian air itu pada kedua (telapak) tangannya, lalu dia membasuhnya tiga kali.

Lalu dia memasukkan satu (telapak) tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung dari satu telapak tangannya. Dia melakukannya tiga kali.

Lalu dia memasukkan satu (telapak) tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia membasuh wajahnya tiga kali.

Lalu dia memasukkan satu (telapak) tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia membasuh kedua tangannya sampai siku-siku dua kali, dua kali.

Lalu dia memasukkan satu (telapak) tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu mengusap kepalanya. Dia memajukan kedua tangannya lalu memundurkannya, kemudian dia membasuh kedua kakinya sampai mata kaki. Kemudian dia berkata, “Demikianlah wudhu’ Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam .” [HR. Muslim, no. 235]

Berdasarkan dalil hadits diatas dapat kita simpulkan bahwa berwudhu dengan cara mencelupkan tangan kedalam sebuah wadah adalah boleh dan dibenarkan sebab ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun semua harus sesuai tuntunan yang beliau shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan yaitu pertama dengan menumpahkan sebagian air ke telapak tangan sebanyak tiga kali, baru setelah itu dicelupkan tangan kedalam wadah. Jadi bukan langsung dicelup melainkan disucikannya tangan terlebih dahulu diluar baru setelahnya dicelupkan ke dalam wadah.

Bahkan nabi sangat melarang kita untuk menghambur – hamburkan air sekalipun itu untuk mensucikan diri, apalagi untuk perkara yang lain. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa makhruh hukumnya jika kita bersuci dengan berlebih – lebihan sekalipun kita tengah berada dilautan. Jadi dasarnya dilarang berlebih – lebihan dalam menggunakan air bukan karena pada zaman beliau kekurangan air sehingga tidak dipermasalahkan untuk menghambur – hamburkannya apabila kita kelebihan air seperti di Indonesia saat ini.

Sejatinya semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca sekaligus pengingat bagi diriku sendiri untuk tetap menjalakan segala aktifitas seperti yang dianjurkan oleh penghulu alam nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Wallahu a’lam bish shawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *