Adakah Do’a Setelah Iqamah?


Sumber Gambar


Semenjak mulai mempelajari ilmu agama berdasarkan Al-qur’an dan hadits sesuai pemahaman shalafush shaleh aku mulai bertanya – tanya dan mencari tahu mengenai kebiasaan ritual ibadah yang selama ini aku jalani, tak sedikit ibadah – ibadah yang aku jalankan ternyata tidak ada anjuran atau tuntunannya dari penghulu alam nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam. Atas dasar itu aku mulai meperkaya khazanah ilmu dalam bidang syari’at dengan menanyakan setiap dalil akan sebuah kegiatan peribadatan.

Baru – baru ini aku sedikit sadar dengan perilaku orang – orang ketika shalat berjamaah di mesjid yang terus menadahkan tangannya keatas setelah muazzin mengumandangkan iqamah. Jujur semenjak dulu aku juga melakukan hal tersebut tanpa pernah ku ketahui apa yang seharusnya aku baca ketika muazzin usai mengumandangkan iqamah, aku hanya ikut – ikutan menadahkan tangan dengan membaca do’a selesai azan (‘Allahumma robba hadzihid da’watit taammati dan seterusnya) agar tidak terlihat asing oleh jamaah – jamaah lain disamping.

Iya selama ini ibadah yang aku lakukan sangat banyak karena tidak ingin dicap berbeda oleh orang lain, sehingga aku terus mempraktekkan segalanya tanpa memperdulikan apakah ibadah tersebut ada tuntunannya atau tidak. Namun sekarang aku juga penasaran apa yang sebenarnya orang – orang baca ketika mendahkan tangan untuk berdo’a seusai mendengarkan iqamah, sehingga aku mencari beberapa referensi mengenai adakah do’a setelah iqamah dan jika ada seperti apa bacaannya.

Setelah aku coba menelusuri ke berbagai tempat dan mencoba bertukar pikiran serta yang terakhir bertanya kepada ustadz, maka hasilnya aku tidak menemukan bahwa tidak adanya do’a yang dilantunkan setelah mendengar iqamah usai dikumandangkan. Ulama sepakat bahwa setelah azan dianjurkan kita untuk membaca ALLAHUMMA ROBBA HADZIHID DA’WATIT TAAMMATI, namun setelah mendengar iqamah maka tidak ada padanya.

Untuk do’a setelah mendengar azan maka ada dalil tegas yang diriwatkan seperti berikut:

“Barangsiapa mengucapkan setelah mendengar adzan ‘Allahumma robba hadzihid da’watit taammati wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa ‘adtah’, maka dia akan mendapatkan syafa’atku kelak.” (HR.Bukhari no. 614)

Sedangkan untuk do’a setelah iqamah ada sebuah dalil yang berbunyi seperti ini:

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Dawud Al-Ataki telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Tsabit telah menceritakan kepadaku seorang lelaki dari ahli Syam dari Syahr bin Hawsyab dari Abu Umamah atau dari sebagian sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bahwasanya Bilal mengumandangkan iqomah, maka ketika sampai pada kalimat qod qoomatish sholah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan: “Aqamahallahu waadamaha (mudah-mudahan Allah menegakkannya dan mengekalkannya) “, dan beliau jawab dalam keseluruhan iqamatnya sebagaimana hadits Umar Radhiyallahu’anhu dalam masalah adzan. (Dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunannya pada Bab “bacaan ketika mendengar iqomah”)

Namun sebagian besar ulama mengatakan bahwa hadits diatas tersebut dhaif dikarenakan dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang tidak dikenal. Bahkan jika hadits diatas tersebut shahih maka do’a tersebut bukanlah setelah iqamah selesai dikumandangkan, melainkan diucapkan ketika mendengar muazzin mengatakan qod qoomatish sholah.

Jadi kesimpulannya dapat kita ambil bahwa tidak ada do’a setelah iqamah, yang ada hanya do’a setelah azan sesuai dengan dalil diatas. Semoga kita bisa meninggalkan segala perbuatan yang tidak disyari’atkan kepada kita oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalamsehingga kita dapat menjalankan ibadah – ibadah yang telah murni yang telah disyari’atkan.
Wallahu‘alam bhisawab!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *