Kesalahan dalam Shalat


Sumber Gambar


Shalat adalah perintah agama yang harus dituruti oleh ummat dan wajib pula hukumnya bagi setiap kita yang telah baligh dan berakal. Ummat muslim sendiri diwajibkan sehari semalam untuk menunaikan shalat fardhu sebanyak 5 kali mulai dari subuh sampai isya. Namun sangat banyak orang – orang kita yang melaksanakan shalat berdasarkan kebiasaan melihat orang lain atau hanya mengikuti tanpa mempelajari tata cara shalat seperti yang dianjurkan Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara jelas menginstruksikan kita untuk shalat seperti shalatnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Disini kita akan membahas beberapa kesalahan yang kerap kali terjadi ketika mengerjakan shalat. Dengan pembahasan ini semoga kita dapat lebih memahami atau mempelajari lagi bagaimana tata cara shalat yang benar sesuai dengan sifat shalatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut beberapa kesalahan yang terjadi didalam shalat:

Shalat Terlalu Cepat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk bersikap tenang dalam setiap gerakan shalat, tidak terburu – buru seperti orang yang tengah dikejar oleh seseuatu sehingga kita tidak khusu’ dan tidak tuma’ninah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallammengajarkan kepada seseorang yang hendak shalat sebagai berikut:

“Jika kamu hendak shalat, berwudhulah dengan baik dan sempurna. Setelah itu berdirilah menghadap kiblat. Berdirilah dengan tegak dan tenang. Lalu bertakbirlah. Lalu bacalah al Qur’an yang kamu anggap mudah. Setelah itu rukuklah dengan tenang sampai kamu benar-benar tenang dalam rukukmu. Lalu berdirilah sampai kamu benar-benar tegak berdiri. Setelah itu bersujudlah sampai kamu benar-benar tenang dalam sujudmu. Lalu duduklah sampai kamu benar-benar tenang dalam dudukmu. Lalu sujudlah lagi sampai kamu benar-benar tenang dalam sujudmu. Setelah itu duduklah dengan tenang. Dan lakukanlah seperti itu dalam semua rakaat shalatmu. [Muttafaq alaih]

Melakukan Gerakan yang Berlebihan

Para ulama menyatakan bahwa gerakan yang berlebihan serta diulang – ulang tanpa suatu kebutuhan maka bisa membatalkan shalat. Imam Ibnu Al-Utsaimin menjelaskan gerakan didalam shalat bisa membatalkan shalat jika dilakukan terlalu banyak, tanpa adanya kebutuhan, serta dilalukan secara berturut – turut (tidak terpisah).

Jika gerakan yang banyak tersebut dilakukan secara terpisah-pisah maka tidak membatalkan sholat. Jika ia bergerak tiga kali pada raka’at yang pertama, kemudian bergerak lagi tiga kali di rakaat kedua, kemudian bergerak tiga kali juga di rakaat ketiga, dan bergerak juga tiga kali di rakaat keempat, maka jika seandainya gerakan-gerakan ini digabung tentunya banyak gerakannya, akan tetapi tatkala gerakan-gerakan tersebut terpisah-pisah maka jadi sedikit jika ditinjau pada setiap rakaat masing-masing, dan hal ini tidak membatalkan sholat. (Syarhul Mumti’ 3/351).

Mendahului Imam / Membarengi Imam

Seorang makmum sangatlah dilarang untuk mendahului gerakan imam didalam shalat, sebab imam dijadikan sebagai pemimpin dan wajib hukumnya untuk diikuti didalam shalat, maka makmum harus mengikuti imam. Ada ancaman besar bagi makmum yang mendahului gerakan imam seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam yang diriwayat oleh Muslim dan Ahmad yang artinya:

Hendaknya orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam dia merasa takut, Allah akan rubah bentuknya menjadi bentuk keledai.

Sujud yang Salah

Kesalahan didalam sujud antara lain adalah tidak meletakkan tujuh anggota tubuh untuk sujud di atas alas, seperti hidung atau dahi yang terhalang, dan adapula orang yang ketika sujud kakinya terangkat salah satunya.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

”Aku diperintahkan untuk bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: Dahi –dan beliau berisyarat dengan menyentuhkan tangan ke hidung beliau, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung – ujung dua kaki.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Meletakkan Siku di Alas Ketika Sujud

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang ummatnya untuk menyerupai binatang ketika sedang melakukan shalat. Salah satunya adalah menyerupai anjing ketika melakukan sujud, seperti meletakkan siku di lantai ketika sujud.
Seperti sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Anas bin Malik, beliau bersabda:

“Seimbanglah di dalam sujud, dan janganlah seseorang dari kamu menghamparkan kedua lengannya sebagaimana terhamparnya (kaki) anjing”. [HR. Bukhari dan Muslim].

Terbukanya Aurat

Pada contoh yang satu ini sangat banyak terjadi dan sering kita lihat ketika seseorang shalat menggunakan baju kaos atau baju lain yang pendek. Ketika sujud bajunya akan tersikap naik ke atas punggung sehingga auratnya terlihat. Hal ini sangat fatal karena bisa membatalkan shalat yang tengah kita lakukan, jadi ketika kita sadar bahwa ada anggota tubuh atau aurat yang terbuka maka segerala menutupnya. As-Syirazi, salah satu ulama Syafi’i menyatakan:

Jika bajunya diterpa angin hingga terbuka auratnya, kemudian langsung dia tutup kembali, maka shalatnya tiak batal. (al-Muhadzab, 1/87)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *