Bisakah Pahala & Dosa Saling Menghapus?

Jika seseorang melakukan perbuatan dosa apakah pahala atas setiap kebaikannya akan terhapus?

Dalam al-Qur’an Allah subhana wa ta’ala menjelaskan bahwa setiap amal shaleh bisa menggugurkan dosa atas perbuatan maksiat. Sesuai dengan firman-Nya dalam Qur’an surah Hud ayat 114 yang artinya:

  • “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”*
    Allah subhana wa ta’ala juga menegaskan didalam al-Qur’an bahwa perbuatan kekufuran dan juga kesyirikan bisa menghapus semua pahala amal shaleh yang telah kita dapati.

Dalam beberapa ayat, Allah subhana wa ta’ala menegaskan hal ini. Diantaranya firman Allah subhana wa ta’ala dalam al-Qur’an yang artinya:

Andai mereka melakukan perbuatan syirik, maka akan hilang semua amal yang pernah mereka kerjakan. [QS. al-An’am: 88]

Dalam ayat lain Allah juga berfirman yang artinya:

Jika kamu (Muhammad) berbuat syirik, sungguh akan terhapus semua amalmu dan sungguh kamu akan menjadi orang rugi. (QS. az-Zumar: 65).

Sementara itu baik perbuatan dosa besar ataupun dosa kecil selain jika kekufuran dan murtad, maka dosa yang seperti itu tidak akan menghapus seluruh amal. Juga tidak pula menghalangi akan diterimanya amal shaleh, akan tetapi bisa saja menghapus sebahagian amalan yang tergantung pada tingkatan nilai dosa yang diperbuat.

Di akhirat nanti akan ditimbang antara berat nilai amal dan beratnya dosa, jika amal kebaikannya lebih banyak ketimbang dosanya maka ia berhak untuk mendapatkan pahala. Sebaliknya pula seandainya perbuatan dosanya lebih berat ketimbang amalan baiknya maka ia berhak untuk mendapatkan hukuman.

Keterangan dari uraian diatas menunjukkan bahwa setiap dosa dan pahala sifatnya saling menghapus. Sehingga bagi yang melakukan keta’atan serta berhak untuk mendapatkan keutamaan tertentu, maka ganjaran pahala yang ia peroleh bisa saja hilang atas sebab maksiat yang ia kerjakan. Begitu pula sebaliknya bagi yang melakukan kemasiatan serta berhak untuk mendapatkan ancaman neraka, maka dosanya bisa saja hilang sebab amalan shaleh yang ia kerjakan.

Oleh sebab itu, bagian dari berbuat baik terhadap diri kita sendiri, setelah berbuat maksiat, maka segeralah untuk melakukan ketaatan, minimal dengan bertaubat.
Sesuai dengan pesan yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam yang berbunyi:

“Ikuti perbuatan burukmu dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapusnya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dihasankan Syuaib al-Arnauth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *