Leasing Penyebab Kehancuran Ekonomi Daerah


Sumber Gambar


Tumbuh suburnya perusahaan leasing di berbagai daerah di Indonesia memberika dampak yang sangat buruk terhadap perekonomian setempat. Model perkreditan yang mengandalkan angunan kecil seperti yang hanya bermodalkan surat hak milik kendaraan bermotor menyebabkan sempitnya perputaran uang di daerah yang bersangkutan, karena dijerat oleh biaya angsuran perbulan yang harus disetorkan ke pihak leasing.

Namun disini kita tidak akan membahas asal muasal dan seperti apa sebuah perusahaan leasing itu berjalan, melainkan kita akan sedikit mengupas efek buruk yang ditimbulkan oleh pemberi jasa perkreditan terhadap orang yang mengambil kredit. Karena aku juga bukan seorang pakar ekonomi, jadi kita akan membahas ini dalam sudut pandang orang awam dan semoga dapat dengan mudah dipahami oleh kita semua.

Dalam sebuah kota kecil seperti di Lhokseumawe saja secara kasat mata kita dapat melihat setidaknya ada sepuluh perusahaan pemberi jasa perkreditan yang sudah tidak asing bagi kita, seperti Mandala Finance, FIF, dan sebagainya. Dan belum lagi yang baru mulai merambah ke sudut – sudut daerah seperti home credit dan bahkan sampai kepada perkreditan online yang tidak butuh angunan apapun.

Baiklah mari kita lihat kepada fenomena yang sedang terjadi, kita tidak perlu membahas ini terlalu jauh dari sisi agama islam yang telah jelas – jelas mengharamkan produk yang demikian sebab digolongkan kedalam masalah riba, yang dosanya sendiri jauh berlipat – lipat dibandingkan dengan pelaku zina. Namun jika ada kesempatan lain selanjutnya mungkin patut kita coba untuk membahas dari sisi agama.

Yang paling menonjol dalam hal ini adalah perkreditan terhadap sepeda motor, jika kita melihat fenomena yang ada di tengah masyarakat hampir setiap tahun mereka mengupdatekendaraan bermotornya. Bahkan sepeda motor yang masuk kategori kendaraan mahal sekalipun dapat dengan mudah dimiliki, contohnya yang sejenis dengan N-Max dan lainnya.

Masyarakat sudah tidak perlu bersusah payah lagi untuk mendapatkan kendaraan idaman sebab kehadiran leasing, hanya bermodalkan uang muka satu juta saja kita sudah bisa mengajukan permohonan kendaraan yang bernilai sampai 40 juta, dan prosesnya juga sangat mudah sebab tak sedikit leasing yang mempromosikan jasa perkreditannya dengan nada hanya dalam 15 menit motor dapat anda bawa pulang.

Atas fenomena yang demikian menyembabkan orang – orang terjebak dengan iuran angsuran setiap bulan yang harus disetor ke pihak leasing, mungkin diawal mereka dengan mudah dapat membawa pulang kendaraan ke rumahnya untuk dikendarai. Namun sebenarnya jerat telah mereka pasang sendiri dileher karena harus terbebani dengan iuran wajib setiap bulannya. Bahkan ada yang sampai harus ngutang sana – sini untuk memenuhi tuntutan yang dari pihak leasing, ujung – ujungnya gaji setiap bulan habis sebelum digunakan untuk perihal lain.

Efek lain dari kredit sepeda motor adalah menjadi berkurangnya keinginan untuk menggunakan jasa transportasi umum. Seperti yang kita ketahui bahwa tukang becak dan sopir labi – labi semakin kehilangan omsetnya sebab tidak ada lagi penumpang yang mau menggunakan jasa transportasi yang mereka tawarkan.

Mungkin orang – orang berpikir bahwa dengan memiliki kendaraan sendiri mereka dapat berhemat untuk mengeluarkan biaya transportasi karena tidak lagi menggunakan angkutan umum. Namun realitanya tidak demikian, duit mereka malah habis dikeruk oleh pihak leasing dan dibawa entah kemana. Sedangkan jika mereka menggunakan transportasi umum, ongkos yang dibayarkan akan berputar – putar dalam perekonomian daerah sendiri sehingga meningkat perekonomian daerah dan saling bantu membantu antar sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *