Orang Tua Lebih Rentan Terhadap Hoax


Sumber: pixabay


Mengglobalisasinya kehidupan manusia tak terlepas dari peran internet selaku penyebar informasi yang mematahkan sekat – sekat diantara teritorial batas negara. Berbagai informasi dari belahan dunia lain dapat dengan mudah kita dapati hanya dengan mengklik kata kunci di google dan langsung tersuguhkan kehadapan kita. Dahulu orang – orang selalu mengatakan bahwa dengan membaca buku dapat membuka wawasan kita mengenai berbagai hal, namun sekarang buku sendiri hampir ditinggalkan karena alasan akses instan melalui dunia maya.

Internet sendiri sejatinya memberika dampak positif yang sangat besar bagi penggunanya apabila diakses dengan cukup bijak, namun bila digunakan sebaliknya maka akan menjadi sebuah senjata mematikan bagi penggunanya. Sebab upaya filterisasi dari dunia internet hanya dapat kita pilah sendiri, karena internet sendiri menyajikan berbagai hal yang bahkan tak sedikit hal negatif didalamnya.

Contohnya seperti penyebaran berita bohong atau yang kerap disapa hoax, tak jarang orang dan bahkan kebanyak orang terjerumus kedalam informasi yang tidak benar. Hal ini sangat banyak dijumpai kejadiannya pada kalangan orang tua atau dewasa, sebab mereka telat mengenal dunia teknologi dan minimnya pengetahuan tentang penggunaan internet dengan bijak.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat pada 2016 silam menemukan bahwa penyebar informasi hoax terbesar adalah warga berusia 60 tahun ke atas, sementara penyebar hoax terendah terletak pada rentan usia 18 – 29 tahun. Ini membuktikan bahwa orang dewasa adalah orang yang telat mengenal atau memahami teknologi informasi, tidak seperti anak remaja yang sudah mengenalnya sejak dini.

Sebagai bahan pertimbangan untuk pengedalian atas realita diatas kita harus memahami terlebih dahulu apa penyebab orang dewas diatas usia 60 tahun sebagai penyebar hoax terbesar. Beberapa alasan diantaranya adalah seperti yang telah disebutkan diatas, untuk lebih jauh lagi mari kita ulas beberapa poin selanjutnya.

  • Terlambat mengenal internet, inilah alasan pertama kenapa orang tua lebih mudah untuk menyebarkan berita – berita bohong atau hoax
  • Rendahnya literasi media digital, sebab mereka mengenal internet diusia senja tentu sudah sangat sulit bagi orang tua untuk memulai belajar mengingat usia dan mungkin saja alasan kesibukan
  • Kemampuan kognitif yang telah menurun, alasan usia juga mempengaruhi kemampuan kognitif mereka
  • Tampilan berita yang sangat sulit dibedakan antara suatu informasi yang valid dengan berita bohong
  • Terbiasa dengan media cetak juga menjadi salah satu alasan besar kenapa mereka terjerumus kedalam berita bohong. Seperti kita ketahui bahwa media cetak telah melalui proses redaksional sebelum diterbitkan, berbeda dengan media online yang mengejar timing siapa cepat dalam mengeluarkan sebuah informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *